Pemimpin Bidadari Surga

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Keindahan wanita ibarat kuntuman bunga yang tengah merekah. Banyak kumbang silih berganti bermain dengannya. Bahkan si rama-rama (kupu-kupu) pun tak segan menghisap manis madunya. Begitu memikatnya seorang wanita di mata lawan jenisnya.

 لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (At-Tin: 4)

Tak selamanya keindahan hanya diukur dari indahnya rupa fisik saja. Namun, justru keindahan hakiki adalah terletak dalam hati. Hati yang beriman dan bertakwa serta jauh dari berbagai penyakit hati. Hati yang seperti inilah yang kemudian akan mengantarkan jiwa pada bentuk keindahan yang sesungguhnya. Keindahan yang memberi manfaat, bukan memberi mudharat (fitnah).

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا . وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا

“Dan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.” (Asy-Syams: 7-8)

Keindahan yang dimiliki wanita, selaiknya dijaga dan dirawat agar tangan-tangan yang tak bertanggung jawab tidak merenggut keindahannya. Banyak kasus penganiayaan dan pemerkosaan  yang menimpa kaum wanita disebabkan mereka mengumbar keindahan dan kemolekan perhiasannya. Ini sangat miris terjadi. Namun sangat sedikit wanita yang mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian tersebut.

Yang lebih menyedihkan, banyak orang yang tak segan memanfaatkan keindahan tubuh yang dimiliki oleh wanita. Dan ada saja wanita yang tidak sadar bahwa mereka telah dimanfaatkan. Namun ada pula wanita-wanita yang sengaja memanfaatkn keindahan tersebut hanya untuk segenggam berlian. Tidakkah mereka sadari bahwa segala keindahan yang mereka miliki hanyalah sebuah titipan? Bagaimana jika sekiranya Allah mencabut keindahan yang dimiliki oleh mereka??

Tidak hanya keindahan fisik saja yang patut dijaga dan dirawat. Namun yang tak kalah pentingnya adalah menjaga keindahan dan kesehatan hati. Sakitnya hati dapat menyebabkan berbagai mudharat yang tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga merugikan dirinya sendiri. Padanya terdapat kecintaan dan ketamakan terhadap syahwat (dunia), hasad, kibr, dan ujub. Yang paling mengenaskan bagi jiwa seseorang adalah kondisi hati yang telah mati, dimana ia tak lagi dapat menerima al-Haq dan tidak dapat lagi menolak al-baathil. Wal iyyadzubillah min dzaalik.

Oleh karenanya, sebaik-baik penjagaan adalah apa-apa yang telah Allah perintahkan. Penjagaan wanita terhadap keindahan tubuhnya yakni melalui hijab yang syar’i. Lalu penjagaan hati agar selalu sehat yakni dengan terus mebasahi lisan dengan dzikrullah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “dzikir bagi hati ibarat air bagi ikan. Apa jadinya bila ikan dikeluarkan dari dalam air??”

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“Maka ingatlah kepadaKu, niscaya Aku akan ingat kepadamu.” (Al-Baqarah: 152)

 

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya akan dimintai pertanggung-jawaban.” (Al-Isra’: 36)

 Allah menciptakan ketentuan yang berlaku bagi umatnya, tentu karena Allah yang paling memahami makhluk yang Ia ciptakan. Tidak ada satupun ketentuan dariNya yang tidak memiliki hikmah alias sia-sia. Oleh karenanya, ketentuan yang telah ditetapkan tersebut wajib ditaati bagi seluruh makhlukNya. Karena sesungguhnya, penciptaan manusia tidak lain tidak bukan adalah untuk beribadah pada Allah. Lantas, adakah aplikasi lain dari ibadah tersebut selain dengan menaati seluruh perintahNya dan menjauhi segala laranganNya??

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembahKu.”  (Adz-Dzariyat: 56)

Janganlah kalian seperti orang-orang Yahudi, yang melaksanakan sebagian perintah dan meninggalkan sebagian yang lain.

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰ أَشَدِّ الْعَذَابِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

“…Apakah kamu beriman pada sebagian Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tidaklah balasan bagi orang-orang yang berbuat demikian darimu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat, Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (Al-Baqarah: 85).

Sungguh luas rahmat yang Allah berikan pada makhlukNya, namun perlu juga diingat bahwa adzab Allah pun sangat pedih! Wahai para wanita, jagalah keindahan fisikmu hanya untuk pemiliknya seorang. Namun berbagilah keindahan hatimu dengan orang-orang di sekitarmu. Dengan begitu kau akan selamat, dunia dan akhirat. Semoga Allah menjadikan kita pemimpin para bidadari surga, amiin.

Wallahul muwaffiq.

~Nita, Umm Keyss~

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Renungan Sofi

Wahai makhluk Allah!

Lihatlah dunia

Maka kau akan memaknai kehidupan

Mengenali dirimu & penciptamu

Lihatlah akhirat

Maka kau akan memahami

Bahwa duniamu takkan menjamin

Kehidupanmu kelak

Wahai hamba Allah!

Aku masih dapat melihat setitik iman

di hatimu

Titik itu bagaikan sebuah kerang kecil

Yang bermain ombak di bibir pantai

Ia kini terhempas ombak dan terbawa arus lautan

Ia sedang menunggu keajaiban yang akan mengantarkannya

Kembali ke haribaan

Yang tenang tanpa ombang-ambing

Kerancuan & kegelisahan

Mengapa kau tidak kembali pada sesuatu yang membuatmu

merasa tenang sedari dulu????

Jika kau masih mempertanyakan letak keadilan dan takdir

Maka aku akan bertanya tentang,,

Siapa dirimu???

Apakah dirimu adalah seorang kaki tangan Tuhan, sehingga kau merasa patut untuk

Menggugat Tuhanmu sendiri???

Apakah kau merasa lebih hebat dari Tuhanmu??!!!

Jika kau berpikir, wahai hamba Allah,,,

Kau akan menemukan tanda-tanda kebesaran Allah

Jika kau berpikir, wahai makhluk yang Allah ciptakan engkau dari tanah yang hina yang kau injak-injak setiap harinya!!!!

Kau akan merasa sangat dangkal dibanding dasar lautan

Kau akan merasa sangat kerdil dibanding penghujung langit

Dan kau akan merasa sangat bodoh dibanding dengan ilmu Allah!!!!

Allahul musta’an..

By: ~~Nita Umm Keyss~~

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Tentang Senja

Senja bagiku ibarat garis tipis

yang memisahkanku antara kini & esok

Oleh karenanya,

Senja dapat pula diibaratkan sebagai jembatan

yang menghubungkan antara pengalaman dengan harapan dan impian

Senja juga mengisyaratkan kehidupan dunia

indah terasa …namun hanya untuk sekejap dirasa …

Senja juga mengingatkanku akan tapal batas kehidupan,,

antara renta & kafan

antara nafas & kematian

Ah…senja telah mengajarkanku banyak hal…

karena senja, ku lewati pagi & siang…

karena senja, ku tahu malam kan datang

karena senja, penanda waktu terus berputar

Senja, tanda kuasa dari Sang Pencipta.

 

 

by : ~~Nita Umm Keyss~~

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Being a Woman

Bismillahirrahmaanirrahiim

Menjadi seorang wanita adalah hal yang sangat saya syukuri. Bagaimana tidak, banyak keistimewaan yang Allah beri kepada seorang wanita. Dan menjadi seorang wanita adalah given from our God (pemberian dari Allah), bukan merupakan pilihan (walau ada orang-orang bisexual yang harus memilih untuk menjadi pria/wanita).

Namun ada saja tingkah polah dari saudari kita yang nyeleneh. Ada wanita-wanita yang ingin seperti pria, sehingga ia berdandan dan beperilaku laiknya pria (na’udzubillah min dzaalik). Ada pula wanita-wanita yang minder dengan gender role pria, sehingga mereka sebisa mungkin ingin memiliki hak yang sama dengan pria. Kaum inilah yang menggembar gemborkan kesetaraan gender sebagai prinsip utama paham feminisme (insya Allah nanti saya akan bahas lebih detail). Namun sesungguhnya, dengan menjalani kewajiban sebagaimana kodratnya, wanita baru akan menemukan ketenangan batin di dalam hatinya dan kebahagiaan dalam hidupnya maupun orang-orang di sekitarnya.

Salah satu keistimewaan yang Allah berikan kepada wanita adalah Allah menciptakan wanita sebagai makhluk yang indah dan mejadi perhiasan dunia. Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam:

الدُ نْيا مَتَاعٌ وَ خَيْرُ مَتَاعِهَا المَرْأةُالصَالحة

“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)

Di tangan seorang wanita, seorang anak shalih/shalihah dapat tumbuh dan menjadi penyejuk mata dan hati bagi kedua orangtuanya maupun bagi orang-orang di sekitarnya. Namun di tangan seorang wanita pulalah, seorang anak dapat tumbuh menjadi racun di tengah masyarakat karena sifat dan perangainya yang buruk. Inilah peran wanita yang terpenting, yakni sebagai ibu. Ibu yang bertugas sebagai guru dalam madrasah pertama bagi anak-anaknya.

Peran lainnya yang tak kalah penting, yakni sebagai seorang istri. Wanita sebagai pendamping pria dalam mengarungi hidupnya memiliki andil besar dalam proses kemajuan atau kemunduran teman hidupnya tersebut. Pernah dengar ada pepatah yang mengatakan bahwa “di balik kesuksesan seorang pria ada seorang wanita hebat”? Inilah faktanya. Terkadang, makar seorang wanita dapat membawa seorang pria terjerumus dalam lembah kenistaan yang disangkanya sebagai bukit kenikmatan. Namun, keshalihan seorang wanita pun dapat mengantarkan suaminya ke derajat tertinggi sebagai manusia bertakwa walau orang-orang menggapnya hidup dalam kemiskinan.

Selain itu, seorang wanita juga dapat mengantarkan kedua orang tuanya ke jannah dengan keshalihannya. Sebagaimana sebuah hadits yang mengatakan bahwa:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Bahkan Allah memberikan keistimewaan khusus bagi siapa yang memiliki anak perempuan dan mampu menjaga (agama)nya dengan baik, maka Allah akan membalasnya dengan surga.

مَنِ ابْتُلِيَ مِنَ الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ، فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ، كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa yang diberi cobaan dengan anak perempuan kemudian ia berbuat baik pada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka. ” (HR. Al-Bukhari no. 1418 dan Muslim no. 2629).

Beginilah wanita diciptakan indah dan elok laiknya perhiasan, jika mampu menempatkan dirinya sebagaimana Allah Sang Pencipta inginkan. Namun wanita juga bisa menjadi sesuatu yang sangat tidak berharga jika ia menempatkan dunia di atas akhiratnya (wal ’iyyadzubillah min dzaalik).

Pria dan wanita. Dua makhluk yang Allah ciptakan mereka berbeda, untuk saling mencintai, saling berbagi, dan saling melengkapi.

Pria dan wanita. Dengan segala perbedaan di antara mereka, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya, Allah bangun rumah tangga yang berpondasikan benih-benih cinta. Yang dengannya, mereka dapat saling menggenapkan dien dan saling menguatkan keimanan dan ketakwaan, sebagaimana tujuan utama manusia diciptakan, yakni beribadah pada Allah Azza wa Jalla.

Maka, bersyukurlah wahai para wanita!

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Sahabatku sepanjang masa…(insya Allah)

 

bunga

Pour Nailah Annajmi (in the real name), De Rahma

Bismillah- in the name of Allah

 

Sebuah Pesan untuk Ukhti

 

Wahai Ukhti Fillah

 

Yang telah Allah tanamkan benih-benih cinta di hatiku untukmu

Yang telah Allah ikatkan benang-benang merah di dadaku sehingga

terpaut denganmu

 

Sungguh telah Allah berikan pada tiap ruas jemarimu

Pada kalbu dan fikrahmu

Suatu anugerah yang besar

 

Allah jadikan indah bahasamu

Ia terangkan fikirmu

Sehingga untaian kata-kata mempesona

dapat tersirat melalui tanganmu

 

Demi cinta pada Sang Kekasih sejati

Demi terbitnya pelita di esok hari

Dan demi satu tujuan suci

 

Satu pesanan dari Ukhtuk

Lanjutkan perjuanganmu

Untuk Allah dan dien yang kita cintai

Melalui indahnya goresan tinta yang kau bubuhkan

Di atas tumpukan lembaran-lembaran

 

Semoga Allah mengizinkan

Melalui kilau goresan tinta dari penamu

Dan eloknya susunan kata-katamu

Terbuka jiwa dan mata

Beberapa hamba-Nya

            Amin!…….

Ukhti, Aku masih menyimpannya…dengan baik. Semoga persahabatan kita tak lekang oleh waktu, tak berbatas oleh jarak, dan tak terpisahkan oleh perbedaan…

Uhibbuki fillah…^_^

Categories: Uncategorized | 7 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.